Jangan Hanya Baik, tetapi Harus Benar!

Terucapkanlah oleh anda "assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, huha".

Saya adalah La Ode Muhamad Ibnu Saifurrahman, seorang mahasiswa yang tumbuh dan berkembang di Bumi Pertiwi. Saya lahir di Raha, Sulawesi Tenggara, 12 November 1998, anak kedua dari empat bersaudara, buah dari pasangan La Ode Andi Wou dan Husni. Panggilan saya adalah Ibnu, yang berarti "anak laki-laki". Mengapa bukan La Ode? La Ode, adalah sebuah nama yang dipakai oleh masyarakat Jazirah Muna di Sulawesi Tenggara yang dulunya digunakan sebagai gelar kebangsawanan, dan memiliki arti dalam bahasa arab "seorang lelaki yang telah berjanji". Nama tersebut dulunya merupakan pemberian dari Sultan, yang diturunkan kepada anaknya, sehingga kelak anaknya akan menjadi pemimpin di kerajaan Muna atau Buton di Sulawesi Tenggara. Tetapi sekarang La Ode adalah sebuah marga, bukan nama panggilan, dikarenakan banyak yang menyalahgunakan gelar tersebut.

Pendidikan saya dimulai dari bangku taman kanak-kanak, setelah itu dilanjutkan dengan memasuki sekolah dasar selama 5 tahun di SD Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara, Sengata, Kalimantan Timur, dan selama satu tahun (kelas 6 SD), di SDN 001 Sengata Utara, Kalimantan Timur. Sejak TK samapai SD saya berhasil mengukir sebuah prestasi, yaitu lomba menggambar juara harapan 1 (merupakan juara yang diharapkan mendapatkan juara 1). Tahun 2011, saya mengenyam bangku pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 33 Makassar, Sulawesi Selatan, selama tiga tahun. Sejak SMP saya mulai suka mengaji dan mendengar kemerduan suara orang-orang saat mengaji. Dan saya bersyukur mampu memperoleh suara merdu tersebut, walaupun tidak semerdu suara orang-orang mengaji yang sering saya dengar saat itu. Lalu saya melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Telkom Makassar, Sulawesi Selatan, jurusan Teknik Telekomunikasi selama tiga tahun. Sejak SMK, saya sudah mulai menyukai bela diri. Sehingga saya memasuki sebuah perguruan silat, PPS Margaluyu Pusat Cikuya Al-Markaz Kota Makassar. Lalu melanjutkan pelatihan beladiri ke Manca (merupakan silat Sultan Hasanuddin). Tetapi latihan tersebut tidak berlangsung hingga 2 tahun, karena kesibukan saya beralih ke mengedit foto dan video yang merupakan syarat kelulusan pada salah satu mata pelajaran di SMK, dan sejak itu, saya memiliki suatu karya. Prestasi yang telah saya ukir sejak SMK adalah juara 3 Pidato Bahasa Inggris SMA-sederajat se-Sulawesi Selatan. Inilah hal yang mebuat saya bingung sejak setelah mendapatkan juara 3 tersebut, dikarenakan saya termasuk orang yang tidak pintar dalam berbahasa inggris, tetapi mengapa saya bisa juara? Saya hanya bermodalkan keberanian. Tujuan saya sewaktu mengikut lomba tersebut hanyalah satu, yaitu membuat sekolah bangga akan keberadaan saya, dan latar belakang mengikuti lomba tersebut adalah, untuk menjaga nama baik sekolah.

Sekarang (10/09/2017) saya telah menjadi mahasiswa di kampus Politeknik Keuangan Negara STAN, program studi D III Kepabeanan dan Cukai. Alasan saya masuk PKN STAN karena mimpi, dan alasan masuk D III Kepabeanan dan Cukai karena mimpi. Jika ingin mendapatkan mimpi tersebut, kuncinya adalah sebelum tidur baca doa. Karena doa adalah senjata kita semua. Sekian!

Tolong untuk meninggalkan komentar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalau "Kring" Diangkat

/po.sé.sif/

Tak Gentar!